Showing posts with label bersyukur. Show all posts
Showing posts with label bersyukur. Show all posts

Apakah Ada Yang Sia-Sia Dalam Perjalanan Hidup Anda??

5

Posted on : 3:07 AM | By : Zamahsari | In : ,

tidak ada yang sia-sia
Ada rasa gregetan dalam satu minggu kemarin karena keterbatasan waktu untuk online yang disebabkan masalah koneksi internet yang sempat macet beberapa hari dan komputer yang harus diinstall ulang. Untuk mengakalinya harus bolak-balik ke warnet dan ujungnya terpaksa absen menyapa teman-teman blogger. Alhamdulillah saat artikel saya tulis semua sudah beres…

Kembali ke artikel..
Apakah Ada Yang Sia-Sia Dalam Perjalanan Hidup Anda yang sudah berlalu karena berliku dan kadang-kadang malah keluar dari jalan yang lurus.


Setiap orang pasti mengalami pasang surut dalam hidup termasuk saya dan anda. Sebagai manusia biasa, saya sendiri juga mengalami hal yang sama dan kadang menyesal kenapa dulu saya memutuskan dan melakukan ini dan itu dan bahkan pada saat itu sebenarnya saya sadar bahwa apa yang saya lakukan mungkin akan berdampak buruk dalam hidup saya, tetapi kenapa tidak bisa menolaknya.

Ada satu cerita menarik ketika sedang mununggu install computer dari teman ngobrol yang sebut saja namnya Mas Heru: Tiba-tiba Mas Heru ini mengatakan kepada saya di tengah-tengah obrolan kami bahwa apa yang sudah kita lakukan tidak pernah sia-sia dan pasti berguna pada suatu saat nanti..

“Dulu Mas” kata Mas Heru: “Saya pernah dipaksa orang tua dan Kakak saya sekolah di jurusan Bahasa Inggris padahal sama sekali saya nggak menyukainya, karena saya hanya suka menggambar”


Kakak sayalah yang mendaftarkan saya ujian masuk UMS Jurusan Bahasa Inggris dan memberi upah kepada saya 10.000 apabila saya mau ikut tes .. Karena tidak serius..pada saat ujian saya bertaruh dengan teman-teman bahwa siapa yang keluar ruang ujian kurang dari 10 menit maka ia akan mendapatkan uang taruhan. Memang sih sudah saya rencanakan untuk segera keluar ruang ujian karena berharap tidak lulus tes masuk dan menang taruhan, dan itulah yang memang terjadi.. saya pun menang. Namun karena takdir saya atau bagaimana, saya malah keterima masuk di UMS dengan nilai baik dan terpaksalah harus menjalani kuliah tersebut dan bisa dibayangkan betapa nggondoknya saya waktu itu..

Tahun pertama.. nggak terhitung lagi berapa kali mbolos dan malas-malasan kuliah. Namun, setelah satu tahun, saya akhirnya mau belajar.. bukan untuk mengharapkan nilai bagus akan tetapi bagaimana supaya cepat selesai dari kuliah kalau bisa 4 tahun.. nggak peduli berapa nilai yang saya peroleh. Di samping itu, karena saya suka nggambar.. saya justru sering berteman dan belajar memperdalam bagaimana menggambar dan menyetting lewat computer.

Singkat cerita kuliahpun akhirnya kelar sesuai rencana dan untuk melampiaskan kesenangan saya, saya pun kuliah lagi di jurusan yang saya senangi itu dengan biaya sendiri dari hasil nggambar saya waktu itu.

Nggak tahu kenapa setelah lulus saya justru nggak mendapatkan pekerjaan sesuai minat saya selain di Bali, setiap kali pulang ke Jawa pasti ada aja order yang akhirnya harus balik lagi ke sana. Karena Bali itulah, maka perusahaan saya sering mendapat order dari bule dan mau nggak mau saya yang harus maju dan saya merasa beruntung mengapa dulu kakak dan orang tua saya maksa saya kuliah di Jurusan Bahasa Inggris, kok bisa begini ya.. perjalanan hidupku..


Cerita tersebut memang sederhana dan saya potong di situ.. namun berkaca dari cerita singkat di atas, janganlah pernah kita menyesal tentang apa saja yang pernah kita lakukan entah itu baik atau buruk sekalipun. Sebagai manusia kita kadang tidak memiliki kekuatan untuk menolak apa yang sudah terjadi dan tidak ada baiknya menyalahkan dan mengutuk sejarah yang sudah terjadi. Tugas kita adalah mengambil hikmah dan pelajaran dari semua perjalanan hidup kita di masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa mendatang…dan jangan lupa untuk tetap bersyukur atas karuniaNya.. oke nyundul dulu stop dreaming start action ya..

by -- zam


Readmore »»

Tetap Bersyukur di Saat Sulit atau Kesulitan

25

Posted on : 5:32 PM | By : Zamahsari | In : , ,

bersyukur
Bersyukur di saat mendapatkan kebahagiaan, kesenangan, rejeki dan keberhasilan adalah lumrah dan wajar, namun tetap bersyukur di saat sulit dan “rekoso” adalah hal lain. Seperti halnya anda disuruh tetap bersedekah meskipun dalam pontang-panting dan kesulitan ekonomi. Bila anda melatih diri untuk tetap bersyukur di saat sulit itulah yang akan menjadikan anda berbeda dari yang lain, maksudnya lebih tinggi derajatnya disisi Allah. Pada saat lapang dengan mudah anda mengucapkan “bersyukurlah dalam keadaan apapun”, namun bagi yang benar-benar merasakan penderitaan, hal itu tidaklah mudah seakan mulutnya terkunci rapat dan terantai sehingga mulut terasa berat untuk sekedar ngomong “Alhamdulillah”.


Bahwa Allah telah menggariskan tidak ada ujian dan kesulitan yang melebihi batas kemampuan hambanya adalah benar adanya, namun kadang sebagai insan dan mahluk kita selalu lupa dan tidak ingat pada saat kesulitan itu tiba. Mengeluh, mengadu, membentak dan bahkan mencaci maki dengan mudah terlontar pada saat itu. Lalu di manakah pesan dan ayat Allah yang selalu anda ucapkan bahwa Allah selalu akan menyandingkan satu kesulitan dengan dua kemudahan?

Sebagaimana ayat Allah dalam surat Al-Insyiroh:

“Maka sesungguhnya satu kesulitan itu disertai dengan kemudahan-kemudahan” dan diulangi lagi dengan ayat selanjutnya: “Di dalam satu kesulitan disertai dengan kemudahan-kemudahan” [Al-Insyiroh]

Kesulitan (Al-‘Usri) dalam ayat di atas artinya adalah satu kesulitan karena menggunakan huruf ma’rifat yaitu Al (ditinjau dari ilmu Nahwu), sedangkan kemudahan (yusroo) dalam ayat tadi tidak menggunakan huruf Al berarti lebih dari satu kemudahan. Artinya bahwa satu kesulitan yang diberikan Allah kepada hambanya akan disediakan dua atau lebih kemudahan. Itu janji Allah…

Saya teringat kejadian 12 tahun yang lalu: “pada saat itu saya memiliki sahabat yang bernama Freddy Wijaya Kusuma dari Bangka. Dia adalah sahabat karib saya dan memutuskan untuk pergi ke Yogya setelah menerima surat saya bahwa saya akan kuliah di Yogya. Akhirnya kamipun bertemu dan bereuni mengenang masa lalu dan bersiap untuk ikut tes ujian masuk perguruan tinggi UMPTN. Singkat kata: kami berdua tidak lulus dan akhirnya Fredy memutuskan untuk ikut bimbingan tes dan saya kuliah di UPN “Veteran”. Komunikasi antara kamipun berjalan dengan lancar karena jarak kost kami tidaklah jauh, berjalan kaki.

Setahun kemudian kami mencoba lagi ikut test masuk perguruan tinggi dengan pilihan Akuntansi dan Hukum, kebetulan jurusan yang diambil sama. Kami lulus pada pilihan kedua, yaitu jurusan hukum di Universitas Gadjah Mada. Fredy otomatis mengambil jurusan itu, namun saya tidak, karena sebetulnya saya kurang sreg dengan jurusan tersebut, kurang senang dengan pelajaran menghapal serta tidak mau mengorbankan kuliah saya yang sudah setahun dengan biaya yang tidak sedikit.

Kami berpisah agak jauh, karena saya di Condong Catur, sedangkan Fredy nge-kost dekat UGM meskipun selalu sambang-menyambangi satu sama lain. Beberapa tahun kemudian, Freddy menderita sakit paru-paru dan sangat parah sekali sampai bolak balik di rawat di Rumah sakit. Sampai akhirnya ia harus menginap lama di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Pada saat itulah dia sempat menanyakan hal yang saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti:

“Dimana ya keadilan Allah SWT, kenapa saya yang harus menerima cobaan ini, padahal saya tidak seperti teman-teman saya yang suka mabuk-mabukan bahkan ada yang sampai menggunakan narkotika, apakah saya lebih jahat dan lebih buruk dari mereka?”

Betul-betul pertanyaan yang sulit saya jawab saat melihat kondisi dia yang seperti itu. Tepat di tengah dadanya dipasang selang untuk mengeluarkan cairan lendir dari jantungnya yang beratnya sampai 1 liter perhari, belum lagi selang infus, selang pernafasan dan lainnya. Yang terucap dari saya pada saat itu hanyalah untuk menenangkan dia dengan ucapan sabar dan sabar tanpa saya tahu apa sebenarnya makna kesabaran di saat mengalami nasib seperti dia apalagi harus menyurh untuk tetap bersyukur. Sungguh sangat kasihan melihat keadannya..

Setelah hampir 2 bulan tepatnya pada tanggal 28 November 1997, akhirnya Freddy harus menerima takdir dan kembali kepada Allah SWT “Inna lillahi Wa Inna Ilahi Rooji’un”, selamat tinggal teman, sahabat, dan saudara terbaik saya yang pernah ada. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan dan diterima di tempat terbaik di sisiNya, Amien…

Teka teki tentang kesulitan dan kemudahan kadang sangat sulit dipahami oleh manusia, dan Allah dengan keputusanNya memberikan jalan keluar dan kemudahan bagi sahabat saya “FREDDY WIJAYA KUSUMA” dengan cara memanggil pulang dan lepas dari penderitaannya selama ini. Apakah itu juga yang dinamakan kemudahan dan jalan keluar yang dijanjikan Allah? Apakah kita wajib bersyukur menerimanya?

Wallahu a’lam bishowab…

Zams-Stop Dreaming Start Action & Formula Bisnis
---------------------------------------------------------------

GRATIS!!!!
Download Hundreds of Complimentary Industry Resources

Get hundreds of popular Industry magazines, white papers, webinars, podcasts, and more; all available at no cost to you. With more than 600 complimentary offers, you\'ll find plenty of titles to suit your professional interests and needs. Click Here and Sign up today!


Readmore »»