Bisnis Online dan Bisnis Offline : Hikmah di Balik Peristiwa (2)

21

Posted on : 7:40 AM | By : Zamahsari | In : , ,

Untuk menulis kelanjutan dari cerita Bisnis Online dan Bisnis Offline memaksa saya membuka kembali file-file yang telah lama tersimpan rapi di rak lemari. Untuk anda yang belum sempat membaca kisahnya di episode sebelumnya, silahkan anda baca terlebih dahulu.

Setelah 1,5 bulan sejak saya mengirimkan dokumen ke Bank CICB (Canadian Imperial Bank of Canada), tepat pada tanggal 2 oktober 2001, saya mendapatkan informasi resmi dari Bank Mandiri bahwa dokumen saya belum diterima pihak Bank di Canada dan dinyatakan hilang di Amerika. Lho kok bisa sih… anda pasti masih ingat peristiwa pemboman gedung World Trade Center (WTC) yang dilakukan oleh teroris pada tanggal 11 September 2001, nah kejadian pemboman itu adalah 5 hari tepat sejak saya mengirimkan dokumen. Dan dokumen yang saya kirimkan ke Bank katanya melalui kantor pusat CICB 101 Barclay ST., N.Y. yang berada di Amerika sebelum dikirimkan ke Bank CICB di Canada. Entah kantor CICB itu berada di WTC atau tidak saya kurang tahu, yang jelas dokumen hilang…..


Atas dasar tersebut, Bank Mandiri meminta saya untuk mengurus kembali dokumen-dokumen yang diminta dan mengirimkan ulang. Saya pun segera membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan hilangnya dokumen karena peristiwa pemboman WTC dan bergegas saya bawa ke PT. Shcenker, perusahaan Freight & Forwarding di Semarang. Untung sekali pihak Shcenker berbaik hati dan membuatkan lagi dokuemn B/L (Bill of Lading) dan dokumen lain. Untuk invoice dan packing list tentu tidak ada masalah karena bisa saya buat sendiri. Setelah lengkap semua, saya langsung kirimkan dokumen tersebut, tentu saja lewat Bank Mandiri.

Ternyata masalah belum berhenti sampai di situ, 10 hari setelah pengiriman dokumen itu, saya belum terima informasi tentang status L/C saya. Malamnya, saya pun mengontak Mr. John dan menanyakan masalahnya? Dan ternyata ada kesalahan penulisan jumlah invoice, dan saya diminta untuk mengoreksi dan mengirimkan invoice lagi… Singkat kata, saya pun lagi-lagi harus wara-wiri mengirimkan invoice baru yang sudah saya edit.

Pagi itu tanggal 9 Nopember 2001, kebetulan saya masuk kantor dan tiba-tiba saya dipanggil oleh Mbak Tari (bagian penerima telpon) dan berkata: “Pak Zam, ini ada telpon dari Bank Mandiri”.
“Oh ya.. terima kasih” kataku…
Saya pun segera ke tempat telpon dan mengangkatnya: “Pagi Pak ini Zamahsari, ada yang bisa saya bantu”.
Bank Mandiri: “Gini Pak Zam, mengenai L/C bapak, hari ini sudah bisa dicairkan, silahkan Pak Zam ke Bank Mandiri, menyelesaikan pencairannya”

Mendengar kabar seperti itu tubuh saya terasa ringan seolah terlepas dari beban sangat berat dan dengan sedikit terbata saya pun menjawab: “Alhamdulillah, terima kasih pak… saya segera ke sana”.

Tidak dapat saya lukiskan perasaan saya waktu itu yang jelas saya sangat bersyukur dan bahagia atas terkabulnya doa-doa saya, saya pun langsung bersujud syukur dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas jawaban dari doa saya. Dan segala urusan di Bank Mandiri dan laporan keuangan kegiatan ekspor saya selesaikan pada hari itu juga.

Keesokan harinya, saya menghadap Ibu (pemilik perusahaan) untuk menyerahkan laporan keuangan dan alangkah terkejut beliau pada saat melihat satu kertas yang berisi surat pengunduran diri saya. Beliau menanyakan apakah benar saya mau mengundurkan diri karena perusahaan merencanakan akan menempatkan saya di bagian marketing dan membuat kesepakatan baru. Saya nggak ngerti yang dimaksud kesepakatan baru tapi dan nggak mau menanyakannya, saya hanya mengatakan kepada beliau bahwa saya sudah memikirkan dengan matang dan keputusan saya tidak berubah. Tak lupa saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan dan minta maaf kepada Ibu, keluarga dan perusahaan atas perilaku saya selama ini. Akhirnya, Ibu tidak bisa menahan saya dan menyerahkan keputusan itu kepada saya. Dan beliau meminta maaf atas nama keluarga apabila selama ini ada kata-kata yang menyinggung perasaan saya.

Perasaan bahagia, senang dan bersyukur bercampur dengan sedih; bahagia karena Alhamdulillah tugas sudah selesai dengan baik tetapi saya sedih karena harus meninggalkan perusahaan dan rekan-rekan yang selama ini mensupport saya. Tapi inilah hidup, hidup adalah pilihan dan saya telah membuat pilihan, entah benar atau salah wallahu a'lam....

Zamahsari
Stop Dreaming Start Action
Secret Making Easy Money


Share this :

  • Stumble upon
  • twitter

Comments (21)

Cerita pengalaman hidup yang menarik sekali mas zams, memang hidup adalah pilihan kita.
Diakhiri dengan kata" ending yang mantap mas: "Tapi inilah hidup, hidup adalah pilihan dan saya telah membuat pilihan, entah benar atau salah wallahu a'lam".
Kita tak pernah tahu rahasia apa yang telah disiapkan Tuhan kepada makhluknya, dan kita sebagai makhluknya hanya bisa memohon untuk diberikan yang terbaik bukan..

-salam sucses utk pilihan hidup mas zams-

@ricky=terima kasih mas Ricky, semoga cerita saya dapat menjadi kenangan dan bermanfaat untuk orang lain

Alhamdulillah, sebuah perjalanan hidup yang tulus mas Zam. Saya membaca dengan hikmat, saya membaca artikel bersambung ini dengan penuh haru.

saya menangkap ada 3 poin yg bisa di petik sebagai pengalaman disini:
1. kurangnya informasi, sehingga orang cenderung curiga (bos marah2)
2. kurangnya pengalaman sehingga ada perasaan was-was.
3. Namun ketulusan dan kejujuran mas Zam dalam menjalankannya, membuahkan hasil yang penuh dengan nilai2 kehidupan.(akhirnya cair juga LC-nya)


Nb: Saya sangat salut mas Zam, atas pengalmannya.

@Fadly muin= Terima kasih mas.. Saya memang mengakui saya melakukan kesalahan terhadap perusahaan seperti mbolos dll dan tidak saya tutup-tutupi, namun saya ada alasan untuk itu. Semoga pengalaman ini jadi pelajaran berharga buat saya dan mudah-mudahan juga rekan yang lain

Keterpojokan ini yang anda maksud di Javasecret.com kah?

O-ya, sampeyan resign karena kecewa sama perusahaan atau karena yang lain Kang? Smeoga karena yang lain ya.... :-)

@hade=dua2nya punya andil mas.. tapi alasan lain %nya lebih besar..

hmmm, salut untuk Mas Zam. nggak mudah membuat keputusan meninggalkan zona nyaman meskipun zona itu tlah berubah menjadi nggak nyaman lagi...

Mas zams mampir lagi nih ya, cuma pengin tanya gimana cara buat related post by category seperti itu ya ?, bagus mas..makasih ( hehe..komentarnya nyeliwur ya mas, tapi ga papa sekali-kali)

Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kisah nyata Mas Zams ini dari sudut agama. Yaitu bahwa Allah SWT akan menolong hambanya yang sholeh dengan jalan yang tidak kita duga. Salah satu contoh pertolongannya adalah pada Mas Zams.
Salam sukses mas, semoga kita menjadi hamba yang semakin bersyukur.

Kenapa malah keluar dari perusahaan mas ??

@onabunga=keputusan mesti saya ambil dan hidup kita sudah dijamin oleh Yang Maha Kuasa.. jadi saya berani untuk keluar..
@Ricky= coba klik link ini semoga berhasil
@sumartono= amien mas.. bersykur di setiap kesempatan baik sedih maupun gembira
@syd=itu pilihan hidups, karena alasan tertentu tidak bisa saya jelaskan secara mendetail, namun klo mas membaca dengan teliti secara tersirat sudah saya sampaikan

Pengalaman yang sangat berharga Mas Zams dan membuat keputusan yang bijaksana.

Semangat terus Mas Zams, salam sukses.

@iwan epianto= betul mas... semoga Allah tetap melindungi kita semua amien

salam hangat untuk keluarga anda....

berari melati mas zam untuk lebih hebat lagi..........fantastic

Menteri Digital Indonesia= sama2 mas.. salam hangat juga
@yahru tetap semangat= Allah masih sayang sama saya mas.. semoga ke depan lebih baik lagi

hallo salam kenal

@zulfikar= salam kenal juga mas...

Yuk kita coba bisnis ekspor lagi mas...

@hade=boleh mas hade...

hebat...kisahnya dramatis juga neh...kalo saya jadi mas Zam bisa2 ga jadi resign. soalnya takut ga bisa dapet bulanan rutin lagi...
tapi mas, gimana sekarang? bulanannya dah dapet kan? udah lebih dong ya dari yg waktu masih kerja di kantoran...
saya juga pernah ngalamin ky gitu, kisahnya sih beda tapi emosi dan suasana psikologis yg menyertainya sama. hingga akhirnya sy resign juga...meski awalnya pusing, stress dll..eh ternyata enak juga pas resign bisa usaha sendiri...
bwt mas Zamahsari....salam sukses selalu deh

Post a Comment