Bisnis Online dan Bisnis Offline : Hikmah di Balik Peristiwa

23

Posted on : 10:06 AM | By : Zamahsari | In : , ,


Tahun 1999 adalah awal saya bekerja di salah satu perusahaan terkenal di Klaten yang bergerak dalam bidang casting industry. Berangkat dari background seorang sarjana ekonomi sayapun ditugaskan membantu di bidang marketing. Selain itu, karena perusahaan saya sudah terlebih dahulu memiliki koneksi internet dan belum ada orang yang memaksimalkannya, maka sayapun menangani dan mengurusinya. Oleh pemilik perusahaan, saya ditugaskan mencari peluang apa saja yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan internet, singkatnya memulai bisnis internet.

Setelah berpikir, berdiskusi dan meminta saran dari rekan-rekan sekantor, akhirnya saya mengajukan untuk membuat web khusus furniture dan handicraft untuk pasar ekspor. Sebetulnya lucu juga sih masak perusahaan furniture nama PT.nya dan domainnya ada tulisan Baja **** (gak nyambung kan?), tapi saya pikir orang luar kan gak tahu Bahasa Indonesia jadi no problemlah. Dengan membeli domain, sewa hosting dan sewa jasa web desingner, akhirnya website itu resmi dilounching.


Namun sayangnya, waktu itu belum jadi blogger dan saya pun masih awam sekali dengan bisnis internet, jadi gak tahu yang namanya teknik SEO, SERPs dan teknik internet marketing yang lain. Jadi yang saya lakukan waktu itu adalah naluri alami untuk berpromosi: lewat iklan-iklan gratis dan mendaftarkan di perusahaan direktori seperti yahoo.com, Lycos dll, dan jujur saja saya gak ngerti google tau mungkin waktu itu belum ada ya... Di samping itu, sayapun mencari peluang bisnis export lewat kata kunci affer to buy, expot-import, yellowpages dll.

Singkat kata, dari sekian e-mail yang masuk, ada beberapa yang serius dan ingin membeli mebel dari kami salah satunya adalah Mr. John dari Canada. Awalnya dari e-mail yang ingin tahu lebih jauh tentang mebel, tentang harga, pengiriman, pembayaran sampai kontak langsung via hp dan akhirnya Mr. John resmi menerbitkan L/C untuk memesan mebel dari PT saya. Wow… kata saya, luar biasa dan ternyata bisa ya.. mengekspor furniture tanpa harus memiliki pabrik, barang, karyawan dll.

Setelah L/C resmi saya terima, sayapun menghadap pemilik perusahaan untuk memberitahukan dan menanyakan apakah perusahaan mau mendanai proyek ini. Mengapa? Karena sistem L/C FoB membebankan semua biaya dan modal produksi dan pengiriman sampai pelabuhan ditanggung oleh kita. Dan akhirnya perusahaan setuju dan mau mendanai proyek ekspor tesebut yang saya taksir membutuhkan dana sekitar 50-an juta.

Saya sadar bahwa saya masih awam dengan dunia permebelan meski asli Jepara, namun saya harus berhasil dan tidak boleh tertipu oleh importer nakal. L/C itupun akhirnya saya konsultasikan dengan teman kakak saya yang terbiasa dengan L/C. Dan betul ada beberapa poin harus diubah sampai 3 kali edit sampai akhirnya dinyatakan aman.

Saya pun akhirnya membentuk tim dari luar pabrik untuk mensukseskan proyek ini, yang saya ambil orang-orang yang berpengalaman secara teknis di bidang ini. Akhirnya mau tak mau saya pun terjun langsung dari mulai pesan barang sampai pengurusan dokumen-dokumen yang diminta oleh L/C tersebut. Setelah 3 minggu batas waktu pengiriman pun mau habis dan siap atau tidak, barang harus dikontenerkan dan diangkut lewat pelabuhan Semarang.

Keesokan harinya, saya pun mengurus semua dokumen yang diperlukan seperti: invoice, bukti pengapalan, fumigasi dll untuk dikirimkan ke Canada melalui Bank yang ditunjuk dalam L/C dan dalam hal ini Bank Mandiri. Dari informasi yang saya terima, bahwa uang bisa dicairkan setelah pihak bank dari Canada menerima dokumen2 dari saya, mengkonfirmasikan kepada importer dan menyatakan semua dokumen sesuai dengan L/C; dan itu sekitar 10 hari.

Namun setelah 2 minggu berlalu, saya tidak menerima kabar apapun dari pihak importer dan Bank Mandiri perihal status L/C saya. Setiap saya kontak pihak bank selalu mengatakan belum menerima pembayaran dari pihak bank luar. Beberapa hari kemudian saya pun mengontak pihak importer dan dia mengatakan belum menerima dokumen dari saya dan berjanji pasti akan membayar.

Setelah satu bulan lebih, saya pun mulai cemas dan tertekan, jangan-jangan saya kena tipu oleh mereka karena pada saat itu banyak pabrik mebel gulung tikar gara2 ditipu oleh importer gadungan. Belum lagi tekanan dari perusahaan yang membuat saya semakin terpojok dan stress. Berbagai usaha saya tempuh untuk mencairkan dana tersebut, mulai sering menginap di kantor (karena perbedaan waktu antara Indonesia dan Canada) untuk dapat mengontak Mr. John. Dan akibatnya paginya sayapun pulang ke kost dan sering tidak balik ke kantor alias mbolos karena ngantuk, kesalahan saya adalah lupa memberitahu satpam dan minta ijin.

Inilah awal dari retaknya hubungan saya dengan perusahaan karena ada isu saya mau kabur dan keluar dari perusahaan. Akibatnya, saya mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Pernah pada suatu pagi tiba-tiba hp saya berbunyi dan ternyata dari Bos saya yang sedang di Jakarta. Tanpa basa-basi, saya langsung disemprot habis-habisan: dianggap mau kkeluar, tak tahu diri, tak bertanggung jawab dan kata merendahkan lainnya sampai mau menuntut saya ke pengadilan, sayapun hanya diam mendengarkan karena menyadari posisi saya waktu itu. Namun jujur bahwa kata2 rendah seperti itu tidak seharusnya keluar dari seorang bos saya yang seorang dosen yang bergelar Prof. Dr.
Waduh stress banget saya waktu itu. Saya hanya berdoa, Ya Allah berilah jalan keluar untuk masalah ini……

Dengan kejadian di atas sayapun merenung apakah ada yang salah dengan prosedur dan proses yang telah saya lakukan. Menurut saya sih nggak ada dan semuanya sesuai prosedur, namun apa boleh buat, sayapun harus menyiapkan mental untuk siap menanggung semua kerugian dan semua akibat termasuk harus di tuntut dan masuk penjara.

Namun, apakah L/C tersebut benar-benar tidak cair dan bagaimanakah nasib saya? Tunggulah kisah selanjutnya …………..

zam
Sukses Bisnis Internet
Stop Dreaming Start Action

Share this :

  • Stumble upon
  • twitter

Comments (23)

Kisah pengalaman hidup yang menarik mas zams, tapi sayangnya...lah ya kenapa mesti bersambung toh kang :),..memang selain pakar SEO ternyata mas zams pintar buat penasaran juga, ato ini termasuk SEO juga..hehe..ditunggu deh kelanjutannya

-salam succses-

Ditunggu lanjutannya,....
(cocok nih di jadikan novel,..he...)






www.calon-polisi.blogspot.com

@Ricky=klo diposting langsung nanti kepanjangan.. ya kita buat bersambung aja...terima kasih ya kunjungannya
@syd= silahkan mas....

Selamat siang Mas Zams, saya mau berbagi pengalaman Kebetulan saya bekerja di Trading Company yang pasarnya seperti Lebanon, Afrika, Libya, Jepang dll, tapi Alhamdulillah sdh 13 tahun kita tdk pernah ada masalah pembayaran dengan LC, Paling lama 2 hari sdh cair apabila LC kita dianggap clean oleh pihak Bank, atau paling lama 1 Minggu.

Tapi Mas biasanya jika kita dapat Buyer baru, kita selidiki dulu alamat mereka atu bisa via kedutaan mereka, trus karena Buyer baru kami tidak pernah mau system pemabayaran LC tapi melalui Down Payment untuk menghindari hal tersebut, Karena banyak banget diluar sana Buyer2 nakal, Nah setelah pengiriman barang selesai BL kita tahan dulu setelah dia Transfer pelunasannya baru kita kirim BL dan dokumen lainnya.

Pengalaman yang menarik Mas Zams, saya tunggu kisah selanjutnya.
Salam Sukses Mas Zams.

Nb : Ada yang mau Buyers saya punya banyak.

mas zams sya juga pernah mengalami hal tersebut, dan nilainya milyaran tpi untung nya semua berakhir baik, di tunggu kisah selanjutnya ya, he heee.

Bagus sekali kisah hidup Mas Zam, ngga nyadari kalau ini cerita beneran, habis kayaknya novel aja.
Hikmah yang bisa ditarik dari cerita ini, mungkin dalam memulai suatu pekerjaan sangat tidak mudah dan banyak tantanganya, namun yang penting harus berani memulai dan bertindak. Yang jelas saya tambah penasaran gimana kelanjutanya.
Inspiratif sekali mas Zam.
Salam sukses.
http://info-peluang-bisnis-internet.blogspot.com

Walau sudah terjadi, saya berharap cerita keduanya happy ending (tidak tega...Mas Zams orang sholeh he..he)

Btw, di perusahaan saya bekerja saat ini khususnya divisi proyek, kebanyakan pelanggan saya para kontraktor dalam negeri belum pernah pembayaran dengan LC lokal (SKBDN). Paling kalau tidak cash ya kredit atau transaksi besar biasanya pakai bank garansi.

@iwan Epianto=sudah saya duga bahwa mas Iwan adalah orang yang hebat, saya bersyukur dapat berkenalan dengan mas... suatu saat memang saya mau menggabungkan bisnis online dan offline. Dan pada saat itu saya pasti membutuhkan saran2 dan nasehat mas Iwan..Sukses selalu ya mas..
@Sugiana=nyata lah mas.. tapi udah lama dan di sini saya tekankan pada sisi penggabungan offline dan online tapi ada kisah menariknya..

@sumartono=terima kasih supportnya mas.. Mas orang pertama yang mengatakan saya orang sholeh sebelum ketemu langsung dengan saya..Kepercayaan yang mas berikan benar2 membuat saya untuk dapat berbuat lebih baik lagi..dan semoga tidak mengecewakan orang lain..

Irwan M. Santika=Saya kagum dengan mas Irwan atas keberanian dan keteguhan berbisnis online. Dan pengalamannya di L/C akan berharga dan suatu saat pasti saya akan minta nasehat dan sarannya. Semoga mas Irwan tidak keberatan amien...

Artikel ini mengingatkan saya dengan serial CPNS saya yang baru memasuki episode ke empat dari enam episode yang saya rencanakan.
Terkadang untuk berbagi kepada pembaca tidak harus dengan tip dan trik atau kiat-kiat saja. Artikel pengalaman hidup seperti ini justru lebih punya teste bagi pembaca, karena diramu dari fakta yang sudah dialami sendiri.
Btw, artikel yang endingnya membuat penasaran begini yang sangat saya suka. Eh, diam-diam pandai juga euy...kawan kita ini menggunakan teknik kepenulisan. Suskses aja ya Mas Zam, saya tunggu kelanjutannya.

wah jadi kepingin juga gwa
byme salam kenal

Menarik juga pengalamannya. Penasaran ingin tau kelanjutannya. Jadi blm bisa kasih komentar banyak. Yang penting sih, anda jangan sampe kenapa-napa.

@umar puja kesuma= saya belajar dari mas umar untuk menulis artikel ini, mungkin banyak kekurangan sana-sini, tapi mudah-mudahan mudah dicerna dan bermanfaat bagi pembaca amien
@byme=salam kenal juga mas...sukses untuk anda
@widjaksana=terima kasih supportnya mas.. saya hanya ingin menjadi orang yang bertanggungjawab

Saya biasa 2 saja Mas, terima kasih saya juga senang bisa kenal dengan Mas Zams, Kebetulan saja saya bekerja di Trading Company, jadi banyak berhubungan dengan Bank, Bea Cukai, Shipping Company dan KPP. Mudah-mudahan Dengan adanya media ini kita bisa saling komunikasi dan belajar bersama. Sukses buat Mas Zams, maju terus Mas.

@Iwan Epianto=Saya tetap salut dengan mas Iwan.. Pengalaman mas sangat bermanfaat terutama bagi saya walaupun belum pernah bertemu secara langsung.. semoga dapat belajar dari mas Iwan..

waduh...bersmbung lagi nich.jadi penasaran..hidup yang penuh liku2 ya mas, bagaimanakah kisah selamjutnya, ditunggu nich mas, tapi jangan lama2 ya..hehehe

sukses selalu

Waduh...., ini bikin penasaran aja...
Saya tabek..., pasti happy ending nih....

Hari ini saya juga harap-harap cemas, karena ada rekanan mau ekspor gula jawa ke Taiwan...(member http://www.javasugar.com).
Spesifikiasi dan jadual kudu dijaga ketet!

sukses buat jual beli online mebelairnya..., mudah-mudahan menjadi kenyataan di masa depan dengan terus datngnya order luar negeri

Salam kenal dari pendatang baru,

Jadi Mas Zamahsari sekarang dimana kegiatan rutinnya? Kalau boleh tahu bisnis internetnya sudah sampai di mana?

Terimakasih, salam sukses buat anda!

@yanuar=iya sih mas.. tunggu kelanjutannya ya..
@hade=semoga begitu mas... terima ksih kunjungannya
@munawar=mudah2 an lain kesempatan dapat menggabungkan dunia bisnis ini
@Ibin Kuzz=Salam kenal juga mas.. untuk sampai dimana ya nggak tahu ya.. tapi yang jelas masih awam

pengalaman yang sangat bermanfaat mas, tahun 1999 saya mungkin masih pakai baju putih biru ya? hehehehe
untung sekarang ada internet ya jadi semuanya bisa track

@adi wardana= penglaman yang tak terlupakan mas...

Post a Comment